Demam Burung Beo

Burung beo merupakan jenis burung kicau yang sering dipelihara oleh para pecinta burung kicauan. Selain memiliki warna dan bentuk yang unik, burung beo juga memiliki kicauan yang merdu. Bahkan burung ini dikenal cerdas karena bisa menirukan suara manusia.

Jika manusia merasakan sakit ia akan memberitahu keluarganya, berbeda halnya dengan burung ia tidak dapat memberitahu anda jika beo sedang merasakan sakit. Jadi bagi anda sebagai pemeilihara sebaiknya sangat memperhatikan kesehatan beo. Gejala beo yang sakit terkadang sulit untuk diidentifikasi. Kebanyakan penyakit pada burung beo disebabkan oleh gizi buruk atau stres.


Tips Mengenali Burung Beo Terkena Psittakosis


Cara terbaik mendeteksi penyakit adalah dengan mengenal beo anda dan menentukan apakah si beo berperilaku normal atau tidak. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan burung beo peliharaan anda sedang sakit

1. Perhatikan Perilaku Burung Beo


Tips pertama dalam mengenali apakah beo terserang penyakit Psittakosis dengan memperhatikan perilaku burung beo itu sendiri. Jika Beo yang terjangkit demam, biasanya kurang aktif, sedikit berkicau, dan ketika bertengger ia akan diam saja.

Perilaku abnormal yang lainnya seperti beo menjadi menggigil sedangkan cuaca tidak dingin, berhenti makan dan minum, mulai menjadi agresif atau rewel.

Selain itu, jika kepala beo terlihat jatuh terkulai berati menandakan mulai terserang penyakit dan apabila beo kesulitan bernafas ia akan meningkatkan gerakan ekornya.

2. Perhatikan Kotoran Burung Beo


Jika tadi perilaku, maka sekarang memperhatikan kotoran beo. Jika burung beo yang normal umumnya mengeluarkan kotoran yang cukup banyak.

Untuk mengetahui apakah beo anda terserang demam atau tidak, anda bisa mengecek kotoran beo dari warna dan  konsistensinya. Pada waktu kotoran beo tidak seperti biasanya, besar kemungkinan beo tersebut ada masalah.

3. Perhatikan Tanda Fisik 


Untuk mengenali apakah beo anda terserang penyakit Psitakosis atau penyakit lain anda bisa memperhatikan tanda fisik lainnya.

Jika beo yang mengalami masalah biasanya akan menunjukkan gejala seperti  kaki bengkak atau pincang, hidung atau mata yang berair dan bulunya terlihat kusut.

Apabila masalahnya masih keadaan wajar, anda bisa merawatnya sendiri. Namun bila kondisinya tidak memungkin, seabiknya anda membawa ke dokter suapay beo segera mendapat penaganan yang tepat.

A. Psitakosis (Demam Burung Beo)


Psitakosis atau demam burung Beo merupakan suatu infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Chlamydia psittaci, yang ditularkan kepada manusia oleh burung dan mengakibatkan gejala sistemik pada seluruh tubuh serta pneumonia.

Bakteri Chlamydia psittaci banyak di temukan di jenis burung seperti  beo, betet, merpati, kutilang, ayam serta kalkun. Umumnya seseorang terinfeksi sebab menghirup debu dari bulu atau kotoran burung yang terinfeksi. Organisme ini juga dapat menular lewat gigitan burung yang terinfeksi atau lewat percikan ludah penderita.

B. Gejala Penyakit Psittakosis


Demam dan menggigil, otot yang terasa nyeri, sakit kepala, lelah, batuk kering, sesak napas dan juga batu yang berdahak atau berdarah merupakan gejala awal yang di rasakan apabila terjangkit penyakit Psittakosis.

C.  Diagnosis Psittakosis


Diagnosis di lakukan dengan berbagai macam pemeriksaan terhadap daerah tubuh penderita yang terkena infeksi. Dan khusus untuk penyakit ini, metode diagnosis yang bisa dilakukan yaitu rontgen dada, CT Scan dada atau pembiakan dahak.

Setelah melewati serangkaian proses tersebut, akan terlihat gejala apa yang akan di alami dan anda bisa mengetahui penyebab serta tingkatan penyakit yang akan menjadi runutan pada saat akan memilih metode pengobatan nantinya.

D. Cara Mengobati Psittakosis


Secara umum pengobatan yang diberikan kepada penderita yaitu dengan memberikan obat antibiotic seperti tetracycline atau doxycyline.

Artikel KicauPedia.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Scroll to top