Burung Anis Kembang

Anis kembang adalah jenis burung yang banyak di sukai oleh pecinta burung. Tidak heran jika burung ini menjadi peliharaan di rumah karena selain berkicaunya yang bagus dan khas burung ini memiliki banyak keunikan tersendiri yang tidak di miliki orang jenis burung lainnya.

Tidak hanya itu saja, jenis burung ini juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya, karena burung yang sudah jadi memiliki harga yang begitu tinggi di pasaran.

Namun sebelum anda mendapatkan burung tersebut atau memiliharanya , ada baiknya jika anda mengetahui serta memahami karakter-karakter dasar dari burung tersebut. Dengan demikian anda tidak akan kesusahan dalam merawat atau menternak burung anis kembang.


A. Habitat Asli Burung Anis Kembang

Di habitat aslinya anis kembang atau anis cacing umumnya hidup di hutan-hutan di berbagai daerah khususnya asia tenggara.

Burung anis kembang/cacing merupakan salah satu burung penyanyi yang termasuk dari anggota burung Turdidae. Sebelum ada pengamatan lanjut tentang jenis burung ini, anis kembang dulunya termasuk dari anggota burung sikatan enggano. Namun untuk sekarang ini, anis kembang telah di kategorikan sendiri.

Untuk daerah penyebarannya, burung aniscacing telah sampai di negara kita yakni indonesia dan telah menyebar pula di seluruh nusantara, misalnya di daerah Sunda Besar dan Nusa Tenggara.

Bagi anda yang ingin menjumpai habitat aslinya, bisa di katakan sulit karena keberadaanya sudah punah.

Meskipun Indonesia di katakan sebagai negara dengan hutan yang begitu luas, namuan burung anis kembang hidup di hutan sekunder atau primer dengan ketinggian kurang lebih 200-1300 m.

B. Karakteristik Burung Anis Kembang

Anis cacing/kembang merupakan jenis burung yang bisa di katakan sebagai burung sensitif dan memerlukan waktu guna bisa beradaptasi di lingkungan baru.

Selain itu burung anis cacing juga mudah setres apabuiloa mengalami perlakukan kasar, perubahan suasan lingkungan yang begitu drastis, dan adanya perubahan ornamen di kadang.

Uniknya dari jenis burung anis kembang adalah dirinya cepat merasa bosan apabila di suatu tempat yang waktu yang cukup lama. Efeknya burung anis cacing malas untuk berkicau.

Ada banyak faktor yang membuat burung ini menjadi tinggi birahinya. Misalnya takaran makanan yang berlebih, penjemuran berlebih dan ketika melihat burung anis kembang lainnya.

C. Ternak Burung Anis Kembang 

Ada banyak faktor yang harus di perhatikan ketika ingin menternak burung anis kembang. Berternak burung Anis Kembang tidak sesulit burung berkicau lainnya.

Namun sekarang ini banyak pecinta burung yang beralih memleihara jenis burung lainnya dari pada anis kembang. Memang dulu anis kembang menjadi salah stau burung yang banyak di minati oleh banyak orang sehingga tidak heran jika pernah menjadi primadona.

Namun untuk saat ini, pecinta burung anis kembang tidak sebanyak dulu, jadi pikirkan kembali apabila ingin mengembangbiakan lagi.

D. Membedakan Anis Kembang Jantan dan Betina

Sebetulnmya membedakan burung anis kembang jantan atau betina tidak sesulit yang kalian bayangkan. Ada banyak ciri yang bisa kalian kenali guna menentukan apakah betina atau jantan. Berikut ciri anis kembang baik jantan atau betina, diantaranya :

1. Anis Kembang Jantan 

- Mempunyai ukuran tubuh panjang serasi.
- Memiliki ekor lebih panjang.
- Bagian tulang belakang dan supitnya terlihat lebih kecil dan rapat.
- Warna bulunya terlihat lebih tegas.
- Bagian paruh berwarna lebih gelap dan bagian mata besar melotot.
- Bentuk kepala lebih besar serta bisa bergerak lincah.

2. Anis Kembang Betina 

- Memiliki mata yang datar (tidak menonjol/melotot).
- Memiliki warna bulu yang tidak begitu kontras atau tegas layaknya AK jantan.
- Pada bagian pantatnya, terdapat bulu yang berwarna putih (ada yang putih bersih ada juga putih keruh).
- Saat masih bakalan/anakan, saat ngeriwik hanya menggelembungkan lehernya meskipun suaranya keras.
- Memiliki bentuk kaki yang renggang dan sedikit menunduk.
- AK betina yang sudah dewasa akan membuka dan menutup sayapnya /menggetarkan sayapnya jika didekatkan dengan AK jantan yang berkicau. Itu menandakan dia merespon kicauan AK jantan.

Bagi kalian yang ingin memilih anis kembang jantan, ada biaknya jika memilih bentuk paruh yang memiliki pangkal yang lebar, tebal, besar, panjang dan paruh bagian bawah nampak lurus. Jangan memilih anis kembang yang memiliki paruh bengkok.

Sementara jika ingin memilih anis kembang betina, ada baiknya jika kamu memilih telah cukup umur, sudah melwati 2 kali masa mabung, sehat, mulus, tidak cacat dan  pilih yang sudah birahi atau ngleper apabila ditempel ataupun mendengar suara dari burung jantan.

Bagi pemula sebaiknya menyiapkan beberapa ekor indukan burung betina untuk persiapan apabila burung terebut tidak berjodoh dengan indukan jantan yang telah kita miliki.

E. Persiapan Kandang atau Sangkar

Sebelum anda menternak atau memilihara burung, ada hal lain yang kalian harus siapkan yakni sangkar atau kandang burung. Banyak peternak sukses yang menggunakan sangkar gantung untuk membudidayakan burung ini.

Meskipun demikian, penangkaran atau kandang khusus bisa menjadi alternatif tepat apabila anda menginginkan pengembangbiakan secara profesional serta dalam jumlah yang banyak.

Pembuatan kandang burung untuk berternak bisa menggunakan bahan bahan yang terbuat dari kayu. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan di dalam kandang burung di antaranya adalah, anda harus persiapkan sangkar tempat bertelur.

F. Penjodohan Burung

Penjohan burung merupakan salah satu teknik yang di gunakan para peicnta burung untuk menternaknya. Caranya pun sangat mudah sekali, berikut penjelasannya :

- Masukkan burung betina padakandang terlebih dahulu.
- Taruh burung jantan pada dekat kandang tersebut supaya mereka bisa saling mengenal.
- Bila sudah tertarik satu sama lain, anda bisa menyatukan kedua burung tersbeut.
- Pancing birahi burung tersebut, dengan cara memberikannya makanan ekstra yang sehat ( bisa berupa jangkrik, atau cacing tanah ).

G. Vitamin Khsusus 

Jika burung berjodoh, anda bisa memberikannya vitamin khusus alami, misalnya OrBird. Berikan vitamin ini selama 7 hari supaya bisa meningkatkan kualitas telur dan daya tahan tubuh sesudah menetas.

Selama burung anis kembang bertelur, porsi makanan tambahan seperti jangkrik dan juga cacing dapat anda kurangi.

Apabila anakan sudah menetas, maka takaran makanan bisa di tambah. Selain itu ketika indukan sedang membawa anakn, maka pakan tambahan  berupa cacing harus di penuhi.

H. Setelah Bertelur

Setelah burung bertelur, anda bisa memberikan dan menciptakan suasana yang tenang dan hindari mengagetkan burung yang sedang mengeram.Burung akan mengerami telurnya selama kurang lebih 14 Hari.

I. Merawat Anak Burung

Jika sudah menetas, anda bisa memilih akan membiarkan induk burung merawat anaknya dan mengolahnya atau anda sendiri yang akan melakukannya.

Pada saat meloloh anak burung, anda dapat menggunakan power yang sudah dicampurkan dengan air supaya menjadi lebih encer.

Selain itu, anda juga dapat memberikan Extra Food berupa cacing tanah yang telah dibersihkan serta dicincang supaya lebih lembut.

Artikel KicauPedia.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Scroll to top