Karakteristik Burung Branjangan dan Cara Perawatannya

Karakteristik Burung Branjangan dan Cara Perawatannya

Ada begitu banyak spesies burung yang bisa dijadikan masteran, salah satunya burung branjangan. Suara burung ini sangat khas dan mempunyai tubuh mungil. Burung branjangan yang sudah dijinakkan punya banyak keistimewaan, seperti cepat berkicau, mudah beradaptasi, dan tidak cepat stress. Akan berbeda hasilnya jika kita baru saja memburunya dari hutan, burung ini tentu belum langsung patuh pada pemiliknya.

Anda harus tahu cara merawatnya supaya branjangan tidak gampang stress. Perlakukan si burung dengan spesial, karena butuh kesabaran ekstra dan ketelatenan untuk melatihnya.

Karakteristik Burung Branjangan

Burung branjangan berbeda dengan burung lainnya. Kekhasan yang dimilikinya, yaitu ia dapat berkicau sambil hovering (terbang di tempat). Burung ini juga terbang secara vertikal sambil berkicau hingga jauh ke atas dan meluncur secara tiba-tiba menuju ke tanah.

Ukuran burung ini cukup minimalis, yaitu 10 sampai 14 cm dari paruh hingga ekor. Ukurannya yang mungil ini membuat si burung mudah untuk beraktivitas. Burung branjangan adalah burung yang sangat lincah, dia suka sekali bergerak dan melompat-lompat.

Habitat Burung Branjangan

Branjangan mempunyai keluarga yang cukup banyak. Burung ini berasal dari famili Alaudidae dengan 75 spesies. Branjangan termasuk burung tanah atau bushlark (burung semak kecil yang periang). Biji-bijian, padi, serangga, dan pucuk tanaman yang masih muda menjadi makanan utama burung ini. Burung ini berkembang biak di bulan Maret sampai September. Branjangan melakukan perkawinan dan bertelur hampir setiap bulan pada masa puncak, yaitu bulan Maret sampai Agustus.


Habitat aslinya adalah di tempat kering atau tanah gersang. Burung ini juga menyukai wilayah rerumputan, stepa, area berbatu dan gunung pasir. Di Jawa, branjangan kerap muncul saat musim panen tebu dan panen kedelai serta membuat sarang di tempat yang kering dan berbatu. Branjangan akan berkicau dengan nyaring dan bergaya unik sebagai hiburan bagi para petani. 

Burung ini berasal dari Benua Asia dan Afrika. Di Indonesia, burung ini sering dijumpai di Jawa, Irian Jaya, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Bali. Yang banyak dikenal oleh maniak burung, yaitu jenis Mirafra Javanica.

Karakteristik Burung Branjangan

Branjangan unggulan yang berasal dari Jawa sekarang sulit ditemui di pasaran. Sedangkan, branjangan yang berasal dari Nusa Tenggara atau Sumatera mudah sekali dijumpai di pasaran. Para penggila burung di Indonesia, branjangan yang cukup familier adalah branjangan yang berasal dari Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah dan daerah Jogja terutama daerah Wates. Burung yang berasal dari Wates, punya karakteristik yang diburu oleh pecinta burung branjangan. Burung ini mempunyai mental yang kuat, berbadan besar, dan punya suara yang keras dan bervariasi. Selain punya suara yang bervariasi, burung ini juga mempunyai warna sayap yang cantik dengan corak batik, kekuningan, dan kemerahan.

Branjangan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Khusus di Jawa Barat, yang jadi maskot bagi maniak burung Branjangan yaitu Branjangan yang berasal daerah Sapan. Burung ini memiliki kicauan yang nyaring melengking dan kristal. Selain itu, jambul menjadi ciri khas bagi burung ini. Branjangan Sapan juga punya karakteristik badan yang kecil berukuran 12 sampai 13 cm. Burung ini berbeda dengan branjangan Jawa Tengah, yang memiliki ukuran tubuh hingga 14 cm. Motif batik Branjangan Sapan juga lebih gelap dan bercorak batik yang hitam mirip dengan branjangan NTB dan Sumbawa.

Sedangkan, Branjangan Wates memiliki kharisma tersendiri dengan fisiknya yang lebih besar, punya banyak ragam warna dan motif batik yang cantik. Untuk branjangan Nusa Tenggara punya corak sayap yang lebih gelap, berukuran tubuh lebih  mungil dibanding dengan jenis burung branjangan lainnya, yaitu sekitar 10 sampai 12 cm.

Cara Merawat Branjangan Agar Gacor

Jika ingin menjadikan burung branjangan sebagai burung lomba, tentunya Anda harus pandai-pandai merawatnya. Caranya, dengan memberi pakan tambahan, pembersihan kandang secara rutin, jemur setiap pagi dan dimandikan.

Perawatan Harian

Angin-anginkan burung ini selama 15 sampai 30 menit di pagi hari. Mandikan si burung dengan menyemprot selama 5 menit sampai 10 menit. Dalam memandikan burung, tidak perlu sampai basah kuyup. Setelah dimandikan, jemur si burung dan berikan makanan ekstra seperti kroto dan jangkrik. Selain itu, si burung juga butuh vitamin burung supaya tetap segar. Saat memandikan, hindari burung dari kutu dengan cara memberikannya shampo. Setelah itu, jemur si burung selama 1 hingga 2 jam dan tempatkan pada tempat yang tinggi.

Sangkar

Sangkar burung branjangan jangan terlalu kecil, usahakan mencapai tinggi 100 cm dan lebar 70 cm karena burung ini lincah dan suka meloncat-loncat. Sangkar yang cukup luas mencegah burung ini dari stress. Hal ini akan membuat si burung bebas berekspresi dan terbang secara vertikal. Ajaklah si burung keluar ruangan dan bertemu dengan burung lainnya, agar si burung dapat berkomunikasi dan bergaul. Dengan begitu, burung tidak akan jenuh dan tertekan.

Pemberian Pakan

Berikan jangkrik dan kroto sebagai pakan tambahan supaya tetap sehat. Pemberian pakan tambahan tersebut bisa membuat branjangan cepat gacor. Makanan pokok burung branjangan adalah padi dan millet. Berikan jangkrik dan kroto atau ulat hongkong saat Anda memandikan si burung pada pagi atau sore hari. Berikan pakan tambahan dua atau tiga ekor di pagi dan sore hari. 

Artikel KicauPedia.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Scroll to top