Jenis Burung Cenderawasih


Jenis Burung Cenderawasih


Burung Cendrawasih berasal dari anggota family Paradiseaidae dari ordo Passeriformes, yang dapat dijumpain di daerah Indonesia Timur seperti Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia Timur.

Burung ini dikenal karena corak warnanya yang unik, bentuk tubuhnya indah, alunan suaranya sempurna, yang jarang ditemukan pada jenis burung lainnya. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis Cendrawasih yang masuk dalam daftar jenis satwa dilindungi pemeritah berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 Tahun 1999. Namun pemanfaatan bulu cendrawasih masih diperbolehkan hanya untuk kepentingan masyarakat lokal seperti untuk menghiasi pakaian adat mereka, itupun tidak boleh secara berlebihan. Yuk kita simak beberapa jenis burung Cendrawasih dan keunikannya:

1. Burung Cendrawasih Kuning Besar


 
Burung Cendrawasih Kuning Besar


Cendrawasih kuning besar atau sebutan ilmiahnya Paradisaea apoda ialah burung cendrawasih berukuran besar sekitar 43 cm dengan warna coklat marun dan bermahkota kuning. Tenggorokannya berwarna hijau zamrud dan bantalan dadanya cokelat kehitaman. Cara membedakan cendrawasih jantan dan betina terletak pada bulu-bulu panggul yang besar warna kuning dan sepasang ekor kawat yang panjang (untuk jantan). Sedangkan untuk betina berbulu cokelat marun tak bergaris.

Makanan burung cendrawasih ini ialah biji-bijian dan serangga kecil. Burung ini tersebar di daerah hutan dataran rendah dan bukit-bukit di barat daya pulau irian dan pulau Aru, Indonesia.

2. Burung Cendrawasih Merah


Burung Cendrawasih Merah

Cendrawasih Merah dengan nama ilmiah Paradisaea rubra ialah burung cendrawasih berukuran sedang dengan panjang sekitar 33 cm. Sedangkan untuk jantan dewasa berukuran sekitar 72 cm dengan hiasan bulu-bulunya berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih di bagian perutnya. Bulu pada bagian mukanya berwarna hijau zamrud gelap dengan warna paruh kuning dan pada ekornya terdapat dua buah tali berbentuk pilin ganda berwarna hitam.

Sementara itu, burung betina berukuran lebih kecil dan si pejantan dengan muka berwarna coklat tua dan tidak memiliki bulu-bulu hiasan. Burung cendrawasih yang satu ini hanya dapat kita temukan di sekitar hutan dataran rendah pulau Waigeo dan Batanta di Rájá Ampát, Irián Jáyá Bárát.

3. Burung Cendrawasih Kerah


Burung Cendrawasih Kerah

Cendrawasih kerah dengan nama ilmiahnya Lophorina superba merupakan jenis burung cendrawasih satu-satunya dari genus Lophorina. Anda dapat menemukan burung cendrawasih kerah ini tersebar di seluruh hutan hujan di daerah pulau Papua.

Untuk burung pejantan berwarna hitam dengan mahkotanya berwarna hijau pelangi, bulu penutup dadanya berwarna biru-hijau dan bulu pundak berwarna hijau beludru yang bisa menegak. Sedangkan betinanya berwarna cokelat-kemerahan dan bulu bawahnya bergaris-garis warna coklat.

4. Burung Cendrawasih Panji


Burung Cendrawasih Panji

Burung cendrawasih selanjutnya ialah Cendrawasih Panji yang berasal dari genus Pteridhophora dengan panjang sekitar 22 cm. Burung jantan yang sudah dewasa akan mempunyai buluberwarna hitam dan kuning tua, dibagian kepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik berwarna biru-langit mengkilap dengan pannjang sekitar 40 cm serta bisa ditegakkan pada waktu memikit betina.

Sedangkan burung betinanya berwarna abu-abu kecoklatan dan berbintik gelap. Selain itu ukurannyapun lebih kecil dibandingkan dengan si pejantan serta tidak dihiasi mantel atapun kawat hiasan. Makanan burung ini ialah beri, buah-buahan, dan  aneka serangga kecil. Habitat burung cendrawasih panji adalah di hutan pegunungan pulau Irian.

5. Burung Cendrawasih Goldi


Burung Cendrawasih Goldi

Burung cendrawasih goldi besaral dari Papua Nugini yang tersebar di daerah puláu Fergusson serta Normánby dári kepuláuan D'Entrecásteáux, kepuláuán Pápuá sebeláh timur. Burung cendrawasih goldi berukuran besar dengan panjang sekitar 33 cm, mempunyai bulu hias berwarna tua dibagian pinggangnya, paruh dan kakinya berwarna abu-abu, dan iris matanya berwarna kuning.

Sedangkan betinanya berwarna coklat zaitun dan tidak berbulu hias serta bagian bawahnya berwarna coklat jingga. Makanan pokok burung yang satu ini ialah buah-buahan.

6. Burung Cendrawasih Mati Kawat


Burung Cendrawasih Mati Kawat

Burung cendrawasih mati kawat ini berukuran sedang yaitu dengan panjang 33 cm, dari genus tunggal Seleucidis dan nama ilmiahnya (Seleucidis melanoleucus). Cenderawasih mati kawat dapat kita jumpai di dataran rendah dipulau Irian. Pakan burung cendrawasih kawat ialah aneka serangga dan buah-buahan.

Burung cendrawasih kawat jantan yang telah dewasa memiliki bulu berwarna hitam mengkilap, dua belas kawat berwarna hitam, dan dibagian perutnya terdapat hiasan bulu-bulu berwarna kuning. Bentuk paruhnya panjang dan lancip berwarna hitam serta iris matanya berwarna merah. Sedangkan betinanya berwarna coklat tanpa dihiasi bulu-bulu berwarna kuning maupun kedua belas kawat disisi perutnya, serta bentuk fisiknya lebih kecil dibandingkan burung jantan.

7. Burung Cendrawasih Botak


Burung Cendrawasih Botak

Burung cendrawasih botak adalah sejenis burung pengicau dengan panjang sekitar 21 cm dengan nama ilmiahnya Cicinnurus respublicadari marga Cicinnurus. Burung ini bisa anda temukan di daerah dataran rendah pulau Wigo dan Bantanta, Raja Empat, Papua Barat. Makanannya ialah aneka serangga kecil dan buah-buahan.

Tahukah anda mengapa burung ini dinamakan dengan burung cendrawasih botak? Karena burung ini berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, kaki berwarna biru, dua bulu ekor ungu melingkar, mulut hijau terang, dan kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Inilah mengapa burung ini dinamakan dengan cendrawasih botak!

Artikel KicauPedia.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Scroll to top